Rabu, 02 Agustus 2017

MUNGKIN SUATU KETIKA JUGA BEGINI

Pria setengah baya itu berpikir kl dia bisa selalu memeluk erat istrinya yg tlh dinikahi slm 20 tahun dan yg tlh memberi kebahagian dalam hidupnya.

Namun saat dia memandang Istrinya, dia sadar ternyata istrinya telah tua dan sering tidak mampu berhubungan intim lg. Tubuhnya yg dulu langsing kini sudah gendut, dan kulitnya pun tidak sehalus dulu lagi.

Tapi waktu bgt cepat berjalan. Keberadaan istrinya sering mengingatkannya akan masa lalu mereka yang sederhana. Masih terngiang di telinganya saat dia bersumpah untuk selalu membuat istrinya bahagia seumur hidupnya. Pria bernama Chang ini dulu hanyalah seorang buruh. Kini ia telah menjadi kepala bagian, dan kemudian mendirikan perusahaan konstruksi sendiri.

Sekarang perusahaannya tlh berkembang semakin besar dan terkenal. Godaan terhadap dirinya pun semakin banyak.
Jika dibandingkan dengan sejumlah wanita cantik di sekelilingnya, istrinya hanyalah seorang wanita desa yang kusam ...

Akhirnya dia berpikir pernikahan mereka sudah mencapai titik akhirnya. Dia lalu menyetorkan uang sebesar satu juta yuan ke rekening istrinya dg tujuan agar istrinya dapat membeli rumah yang nyaman di pusat kota.

Dia tdk ingin dicap sbg pria yang tak berperasaan, yg tidak bs mengatur kehidupan istrinya stlh bercerai. Stlh dia mentransfer uang kpd istrinya dia merasa cukup tenang utk meminta bercerai.

Istrinya duduk di hadapannya, dengan tenang mendengar alasan perceraiannya... Mata istrinya pun terlihat tenang.

Namun mrk telah menikah 20 tahun. Dia tahu betul semua tentang isrinya... Dia tau bahwa tatapan tenang istrinya sebenarnya menyimpan rasa perih yang teramat dalam di dalam hati. Dia tiba-tiba menyadari bahwa dia sangat kejam terhadapnya.

Hari yang telah ditentukan untuk berpisah pun tiba. Hari itu ada urusan penting pada perusahaannya ... Ia menyuruh istrinya agar menunggu di rumah sebentar. Ia berjanji akan kembali ke rumah siang hari utk membantu istrinya pindahan. Pindah ke rumah baru yang telah dibelinya itu. Begitulah dia ingin mengakhiri cerita pernikahan mrk.

Sepanjang pagi itu hatinya sangat gelisah. Begitu siang tiba, ia segera kembali ke rumah. Namun rumah sudah sepi, istrinya telah pergi. Di atas meja ia mendapati, kunci rumah baru yang ia belikan untuk istri, buku tabungan yang nilainya satu juta, dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya untuk dia.

Ini adalah surat pertama yang ditulis oleh istrinya untuk dia:
“Aku sudah pergi, kembali ke rumah orangtua di kampung ku.

Semua selimut sudah aku cuci, dan juga sudah dijemur, aku menaruhnya di rak sebelah kiri, saat musim dingin tiba, jangan lupa mengeluarkannya.

Semua sepatu kulit sudah ku semir, jika robek kamu bisa pergi ke toko sol sepatu dekat rumah. Kemeja di lemari bagian atas, kaos kaki dan tali pinggang di laci bawah.

Saat beli beras, ingat beli yg merek Jin Xiang. Pergilah ke supermarket, di sana tidak akan ada merek yang palsu.

Xiao Sun setiap minggu akan datang untuk bersih-bersih, jangan lupa berikan gaji dia setiap akhir bulan.

Oh ya, jika ada baju yang sudah tak terpakai, berikanlah pada Xiao Sun, dia akan mengirimkannya ke kampung, keluarga mereka akan sangat senang.

Setelah aku pergi, jangan lupa minum obat. Lambung mu kurang sehat, saya sudah menyuruh orang membelikan mu obat lambung dari Hong Kong yg seharusnya cukup untuk diminum selama setengah tahun.

Dan lagi, kamu selalu lupa membawa kunci saat keluar rumah. Aku sudah menitipkannya pada resepsionis... jika kamu lupa lagi, ambilah di sana.

Saat pagi, jangan lupa tutup jendela sebelum keluar rumah ... Air hujan sering masuk dan akan membasahi lantai.

Aku sudah membuatkan pangsit untuk mu. Saat pulang masaklah itu.”

Setiap huruf yang ditulis istrinya sangat tidak rapi. Namun setiap katanya bagaikan peluru yang menusuk ke dada secara bertubi-bertubi. Dia perlahan menuju dapur, memasak pangsit yang sudah disiapkan.

Dia tiba-tiba teringat 20 tahun yang lalu ... Dia berdiri di antara tumpukan tiang dan menjadi buruh semen.

Tidak jauh dari tumpukan tiang tersebut ada suara yang berteriak memanggil namanya sambil membawakan pangsit. Itu mengingatkannya akan suara yang membawakan kebahagiaan hidupnya; mengingatkannya akan rasa nikmat setelah makan pangsit kesukaannya.

Pangsit ITU jg mengingatkannya akan masa dimana dia mengucapkan sumpah, “Aku akan membuat wanita ku bahagia.”

Dia berbalik menuruni tangga dan segera masuk ke mobil.
Setengah jam kemudian, dia sampai ke stasiun kereta dan mendapatkan istrinya hendak masuk ke kereta menuju kampungnya.

Dengan nada tinggi dia berkata, “Kamu mau kemana?! Aku begitu lelah kerja setengah hari ini, dan tidak ada nasi di rumah. Istri macam apa kamu? Keterlaluan, cepat ikut aku pulang!”

Dia terlihat sangat galak dan kasar. Istrinya pun dengan mata yang basah, mengikutinya dari belakang dan ikut pulang ke rumah.

Perlahan-lahan, air mata istrinya berubah menjadi bunga mekar.
Istrinya tidak tahu, dia yang berjalan di depannya juga sedang menangis.

Saat perjalanan dari rumah menuju ke stasiun kereta, dia sangat ketakutan. Takut kl tidak menemukan istrinya lagi, takut kehilangan istrinya.

Dia memarahi diri sendiri krn tlh begitu bodoh mengusir istri sendiri... Ternyata kehilangan istri seperti kehilangan tulang rusuk, begitu sakit...

Pengalaman pahit ITU telah membuat hubungan mereka semakin erat setiap harinya.

“Kesetiaan seorang wanita diuji ketika sang pria tidak mempunyai apa-apa, dan kesetian seorang pria diuji ketika ia telah mempunyai segalanya”. (S) πŸ˜‡πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‡

A happy marriage is the union of two good forgivers. ~Ruth Bell Graham

Perkawinan bahagia adalah penyatuan dua orang pemaaf yang baik.

ISI KOPER DAN WAKTU

Seorang manusia meninggal...

Ketika ia menyadarinya, ia melihat Tuhan mendekati dirinya dengan sambil memegang sebuah koper di tangan-Nya.

Berikut dialog antara TUHAN dan arwah manusia tersebut:

Tuhan: "Mari kita pergi."

Arwah: "Begitu cepat? Tapi saya masih memiliki banyak rencana."

Tuhan: "Maaf, waktumu sudah habis, saatnya untuk pergi."

Arwah: "Apakah isi koper yang Engkau pegang itu?"

Tuhan: "Benda milikmu."

Arwah: "Benda saya? Maksudnya barang-barang saya? Seperti baju saya, uang saya, perhiasan saya?"

Tuhan: "Bukan, barang itu tak pernah menjadi milikmu. Itu milik Dunia."

Arwah: "Apakah itu ingatan dan kenangan saya?"

Tuhan: "Bukan, itu milik Waktu."

Arwah: "Apakah itu bakat dan kesuksesan saya?"

Tuhan: "Bukan juga, itu milik Anugerah."

Arwah: "Apakah itu istri dan anak-anak saya?"

Tuhan: "Tidak juga, itu milik hatimu."

Arwah: "Kalau begitu, itu pasti tubuh saya."

Tuhan: "Tidak, bukan... Tubuhmu milik Debu Tanah."

Arwah: "Jika demikian isinya tentu jiwa saya."

Tuhan: "Kamu salah besar nak, sebab jiwamu itu milik-KU."

Tuhan lalu menyerahkan koper tersebut ke sang Arwah. Dengan kebingungan dan dengan ketakutan, sang Arwah membuka koper tersebut, dan ternyata isinya KOSONG...!!!

Dengan hati kecewa dan airmata berlinang sang Arwah bertanya pada Tuhan, "Maksud Tuhan, saya tak pernah memiliki apapun?"

Tuhan menjawab: "Iya, benar. Sesungguhnya kamu itu tak pernah memiliki apapun."

Arwah: "Lalu..., apa yang menjadi milikku, Tuhan...?"

Tuhan: "WAKTU-mu! Saat-saat di waktu kamu HIDUP... itulah milikmu...!!!"

Sahabatku semua, Hidup adalah waktu. Hargai waktu yg ada tersisa, jalani hidup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Berhentilah bersungut-sungut dan mengomel. Nikmatilah setiap saat-saat yang dilalui bersama pasangan dan anak-anakmu, dan bahagiakan mereka selagi kamu masih punya waktu.

Jangan simpan kebencian, dendam, kepahitan. Tetaplah menjadi baik sampai akhir hidup.

JANGAN PERNAH BERHITUNG APA YANG DIBERIKAN


Ini kisah nyata yg terjadi pada thn 1892 di Stanford University.

Pesan moralnya masih relevan saat ini.

Ada seorang mahasiswa muda berusia 18 tahun yg berjuang untuk membayar biaya kuliahnya.

Dia seorang yatim piatu, dan tidak tahu ke mana harus mendapatkan uang.

Akhirnya dia dapat ide yg cemerlang.

Bersama seorang temannya, ia memutuskan utk menggelar konser musik di kampus guna mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan mereka.

Konser itu mereka adakan dgn mendatangkan pianis besar Ignacy J. Paderewski.

Manajer sang pianis  meminta biaya sebesar $ 2.000 untuk konser piano.
Sebuah kesepakatan pun terjadi.

Dua anak muda itu pun mulai bekerja untuk membuat konser sukses.

Hari besar tiba. Paderewski akan melaksanakan konser piano di Stanford University.

Tapi sayangnya, si kedua mahasiswa tidak berhasil menjual tiket sesuai target. Total tiket yg terjual hanya $ 1,600.

Keduanya kecewa, Mereka lalu pergi ke Paderewski dan menjelaskan keadaan mereka.

Mereka memberikan seluruh uang $1,600, ditambah dgn cek sebesar $ 400.

Kedua mahasiswa tsb berjanji untuk melunasi cek cepatnya.

"Tidak" kata Paderewski. "Aku tidak dapat menerima." Dia menyobek cek, mengembalikan uang $1,600 sambil berkata kepada kedua mahasiswa, "Ini uang $1,600 kalian ambil. Gunakanlah untuk biaya kuliah kalian."

"Aku akan mainkan konser piano tanpa perlu kalian bayar !"

Kedua mahasiswa  terkejut, dan mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya.

Bagi Paderewski, yang dilakukannya adalah tindak kebaikan yang kecil.

Tapi jelas itu menunjukkan bahwa Paderewski seorang manusia yang besar.

Mengapa ia harus membantu kedua mahasiswa tsb yang bahkan dia tidak kenal sama sekali.?

Kita semua juga sering menemukan situasi seperti ini dalam hidup kita.

Dan kebanyakan dari kita hanya berpikir "Jika saya membantu mereka, apa yang akan terjadi padaku?"

Kalau seseorang itu benar2 baik dan bijak, dia akan berpikir, "Jika saya tidak membantu mereka, apa yang akan terjadi dgn mereka?".

Orang2 yg baik dan bijak tidak akan melakukannya dengan mengharapkan balasan.

Mereka melakukannya karena mereka merasa itu adalah hal yang benar yang harus dilakukan.

Sebagaimana diketahui, Paderewski kemudian menjadi Perdana Menteri Polandia.

Dia seorang pemimpin yg besar, tapi sayangnya ketika Perang Dunia I dimulai, Polandia dilanda kelaparan.

Ada lebih dari 1,5 juta orang kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang utk memberi makan mereka.

Paderewski tidak tahu ke mana harus berpaling utk minta bantuan.

Dia mengulurkan tangan ke Administrasi Makanan dan Bantuan AS untuk minta bantuan.

Presiden AS saat itu, Herbert Hoover, setuju utk membantu dan cepat dikirim berton-ton bahan makanan untuk rakyat Polandia yg kelaparan.

Akhirnya sebuah bencana dapat dihindari.
Paderewski lega.

Dia memutuskan untuk pergi bertemu dengan Hoover secara pribadi guna berterima kasih kepadanya.

Ketika Paderewski mengucapkan terima kasih kepada Hoover atas sikap mulianya, Hoover cepat menyela dan berkata, "Anda tidak harus berterima kasih kepada saya, Pak Perdana Menteri."

"Anda mungkin sudah lupa, tetapi saya tidak akan pernah dapat melupakannya."

"Beberapa tahun yg lalu, Anda membantu biaya kuliah dua mahasiswa muda di Stanford University. Saya adalah salah satu dari mereka...."

Dunia adalah tempat yg indah.

Apa yg terjadi di sekitar kita biasanya datang dari apa yg telah kita lakukan.

*Pada saat kita ada kesempatan untuk membantu sesama, JUST DO IT !!!*

Jangan pernah menghitung-hitung dan mengharapkan balas budi.

Kita tidak perlu tahu dari mana dan dengan cara apa balasan itu akan datang kepada kita.


πŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”Ή
** BADAI KEHIDUPAN **

Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit mendadak menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

“BAGAIMANA, Ayah? Apakah kita berhenti saja?,” Si anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ayah.
Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun mulai turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.
“Bagaimana ini Ayah…?”
“TERUSLAH mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Anaknya TETAP mengemudi, walau dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak beberapa meter saja.

Si anak mulai ketakutan.
NAMUN... ia tetap mengemudi, walaupun dengan sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakannya hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer berikutnya, sampailah mereka pada daerah yang kering dan matahari bersinar.

“Nah sekarang berhenti dan keluarlah,” kata sang Ayah.
“KENAPA sekarang?,” tanya si Anak.
“Agar kau BISA MELIHAT, bagaimana seandainya saat kita berhenti di tengah badai.”
Sang Anak berhenti dan keluar.
Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidakpastian.
Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti dan putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan dan tak pasti.
LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.

KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...
HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!
BUTUH batu kerikil, supaya kita *BERHATI-HATI*..
BUTUH semak berduri, supaya kita *WASPADA*..
BUTUH Pesimpangan, supaya kita *BIJAKSANA* dalam *MEMILIH*..

BUTUH Petunjuk jalan, supaya kita punya *HARAPAN* tentang arah masa depan.
Hidup Butuh Masalah, supaya kita tahu kita punya *KEKUATAN*..
BUTUH Pengorbanan, supaya kita tahu cara *BEKERJA KERAS*..
BUTUH airmata, supaya kita tahu *MERENDAHKAN HATI*
BUTUH dicela, supaya kita tahu bagaimana cara *MENGHARGAI*..
BUTUH tertawa dan senyum, supaya kita tahu *MENGUCAPKAN SYUKUR*..
BUTUH Orang lain, supaya kita tahu kita *TAK SENDIRI*..

Jangan selesaikan *MASALAH* dengan mengeluh, berkeluh kesah, apalagi marah, Selesaikan saja dengan *sabar, bersyukur*, dan jangan lupa *TERSENYUM*.
Teruslah *MELANGKAH* walau mendapat *RINTANGAN*, Jangan takut

Saat tidak ada lagi *tembok* untuk bersandar, karena masih ada lantai untuk bersujud.
Perbuatan baik yang paling *sempurna* adalah perbuatan baik yang tidak terlihat, namun dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati.
Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup.

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah. Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu. Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang, tapi bergaulah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar, karena pergaulan akan mempengaruhi cara kita hidup dan masa depan kita. Semoga bermanfaat.

Selasa, 01 Agustus 2017

SANG JENDRAL BERTEMU LETNAN JENDRAL

Dua Jenderal Bersekutu Mengeroyok Si Tukang Kayu

Dua teman sebarak alumnus Lembah Tidar itu bertemu . Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto (PS) seperti sedang reuni khusus. Tidak ada teman seangkatan lain ikut seperti Ryamizard Ryacudu (RR). SBY, PS dan RR adalah produk taruna AKABRI angkatan 1970.

SBY adalah putra Raden Soekotjo, pensiunan pembantu letnan satu dan petinggi Koramil di Pacitan.

PS adalah cucu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) Margono Djojohadikusumo dan anak dari Menteri Sumitro Djojohadikusumo. PS masuk Akabri, saat ayahnya Sumitro menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan (1968-1973).

RR adalah anak dari Mayor Jenderal Mussanif Ryacudu, salah satu jenderal kesayangan Sukarno.

SBY dan PS digembleng bersamaan dalam kawah candradimuka Akmil Lembah Tidar Magelang. Keduanya mendapat ilmu militer dari pelatih dan guru yang sama. “SBY itu taruna teladan dan saya taruna yang nakal," kata Prabowo Subianto Djojohadikusumo suatu kali.

Keduanya juga mendapat jodoh dari putri dua jenderal berpengaruh. SBY menembak Kristiani Sarwo Edhie Wibowo putri Letjen Sarwo Edhie Wibowo, Gubernur Akmil 1970-1973. Dari perkawinan  ini SBY dianugerahi dua anak orang putra. Agus Harimurti Yudhoyono dan Eddie Baskoro Yudhoyono.

PS menembak Siti Hediati  Heriadi putri Jenderal Besar Soeharto, Presiden RI ke 2. Dari pernikahan ini PS mendapat satu orang putra Didit Prabowo.

SBY dan PS dua sosok taruna yang berpengaruh di angkatannya. Pintar dan cerdas. Mereka bersaing menjadi yang terbaik di angkatannya. SBY mengakhiri dinas militer dengan pangkat terakhir Jenderal sedangkan PS Letnan Jenderal.

Sejatinya dalam pendidikan militer  sikap korsa adalah jiwa prajurit. Doktrin korsa adalah senasib sepenanggungan, senasib sependeritaan. Korsa menjadi doktrin utama  dalam jiwa pikiran seorang prajurit.

Hanya teman yang menjadi pelindung saat bertempur. Hanya teman yang menyelamatkan saat diserang musuh. Maka kesetiaan korsa itu harga mati. Tidak bisa ditawar atau diabaikan.

Tidak heran sikap korsa prajurit militer sulit dicari tandingannya. Jangan coba-coba melukai seorang prajurit, seribu temannya akan datang membalas.

Sayangnya selentingan kabar kurang sedap terdengar dari hubungan korsa taruna SBY dan PS.

Menurut Hermawan Sulistyo, mantan Ketua Tim Investigasi TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) Kerusuhan Mei 1998, tak banyak orang bertanya kenapa Prabowo telat lulus. Dalam sebuah diskusi publik di masa pasca-Pilpres pada 3 Juli 2014 di Jakarta, Hermawan berbicara keras soal Prabowo.

“Anda tidak tahu bahwa SBY itu pernah dipukul Prabowo waktu di Akmil, di Akabri waktu itu?” kata Hermawan. “Kenapa tidak ada orang yang bertanya dalam catatan biodata Prabowo, harusnya lulus tahun 1973 kenapa lulusnya tahun 1974? Ini enggak ada orang yang nanya. Katanya Prabowo pintar, kok enggak naik kelas? Berarti ada yang lain, kan? Ya itu tadi, nggebukin SBY, gitu.”

Menurut Hermawan, semua bermula dari kaburnya Prabowo dan tiga kawannya. Dari tiga kawan itu di antaranya ada Ryamizard. Mereka kabur ke Jakarta untuk menghadiri acara Siti Hediati Hariyadi (alias Titiek Soeharto, yang kemudian menjadi istri Prabowo). Apa pun tujuannya, ulah mereka ketahuan Gubernur Akabri Sarwo Edhie Wibowo. Mereka heran kenapa mereka ketahuan.

“Satu-satunya orang yang tahu adalah SBY, karena dia diajak (tapi) enggak mau. Akhirnya hari Senin habis dimarahin, hari minggu ketangkep, senin malamnya mereka tanya-tanya sampai bonyok.”

45 tahun kemudian, beberapa hari yang lalu, jarum jam sejarah berputar balik. Dua seteru saat di Lembah Tidar itu bertemu kembali. PS bertandang ke rumah SBY Cikeas, Bogor.

Mereka bertemu dengan pangkat yang sejajar. Keduanya kini menjabat ketua umum partai politik. SBY Ketum Partai Demokrat sedangkan PS Ketum Partai Gerindra.

Entah apa yang ada dibenak SBY saat PS datang memberi hormat dan memanggilnya dengan panggilan Presiden SBY. Hanya SBY dan Tuhan yang tahu.

Yang jelas,  Jenderal Purnawiranan SBY dan Letjen (dipecat dari ABRI) PS telah bermetamorfosis menjadi politijus. Politikus kudu pintar menyimpan emosi. Meski masih menyimpan luka, senyum manis harus dikembangkan apalagi saat disorot kamera wartawan.

Sambil menikmati pedasnya nasi goreng seharga Rp.12.000,- itu, kedua jenderal itu curcol. SBY dan PS tetiba galau dengan dinamika politik yang menurut keduanya merugikan publik.

Pasalnya president thresold atau ambang batas 20 persen kursi DPR dan 25 persen suara nasional  untuk bisa mengusung capres yang disetujui Fraksi DPR pro pemerintah dianggap kesewenang-wenangan penguasa.

PS malah dengan kasar menyebut PT 20 persen adalah lelucon politik untuk mengelabui publik. Maklum, PT 20 persen ini bakal menyulitkan langkah SBY dan PS bermanuver untuk mengusung jagoannya pada pilpres 2019.

Resonansi yang galau itu membuat keduanya melupakan cerita kelabu masa lalu. Demi target kekuasaan RI 1 pada 2019, keduanya bersekutu untuk mengeroyok si Tukang Kayu Jokowi. Dua seteru  jenderal itu bersekutu mengeroyok si Tukang Kayu.

Jokowi dituding SBY telah melakukan abuse of power, menyalahgunakan kekuasaan alias menghalalkan segala cara demi melanggengkan kekuasaannya. Indikasinya jelas tergambar dari PT 20 persen. Belum lagi terbitnya Perppu Ormas anti Pancasila. SBY gusar, PS gundah. Gusar bercampur gundah berujung Andi Lau alias antara dilema dan galau.

Lucunya, SBY  lupa bahwa PT 20 persen adalah produk pikirannya sendiri yang diartikulasikan Syarif Hasan orang kepercayaannya pada saat SBY berkuasa pada  2009. Demokrat pada 2009 ngotot memaksakan ambang batas syarat capres dengan PT 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional.

Anehnya, setelah kursi  Demokrat melorot pada Pileg 2014, SBY ngotot menyebut PT 20 persen tidak fair. Aneh tapi nyata. Saat berambut hitam klimis SBY ngotot memaksakan usulan PT 20 persen. Namun saat rambut sudah memutih malah merengek memelas minta nol persen.

Padahal dalam dunia persilatan semakin memutih rambut seorang pendekar seharusnya semakin tinggi  ilmu silatnya. Artinya PT sejatinya harus lebih tinggi. Dinaikkan targetnya, bukan malah diplorotin sampai nol. Bolehlah kita sebut dalam dunia persilatan ini disebut the looser alias pecundang. Tidak pernah mau kalah, mau menang sendiri.

Jokowi tentu tertawa geli melihat dua seteru jenderal ini bersatu mengeroyoknya. Dengan datar Jokowi merespon pertemuan dua jenderal itu sebagai pertemuan biasa-biasa saja.

Pertemuan dua jenderal gaek yang lagi galau karena harapan ambisi bisa mencalonkan jagoannya pada pilpres 2019 tidak kesampaian. Ambisi kandas direrumputan meminjam  kata Ebiet G Ade.

Alih-alih Jokowi membalas serangan SBY dan PS, Jokowi malah semakin giat belajar main sulap. Sementara sang istri Ibu Negara Iriana Widodo malah berlakon ngelawak di acara bahaya narkoba di Jateng.

Untuk menaklukkan Jokowi bukan perkara mudah. Jokowi memiliki banyak ilmu silat dari beragam padepokan. Kadang Jokowi lentur seperti pendekar Wu Shu, kadang bisa keras seperti pendekar karate. Kadang Ia bisa lembut seperti pendekar Tai Chi, dalam hitungan menit Ia menakutkan seperti pendekar kung fu seperti Bruce Lee.

Kemampuan bermain silat politik Jokowi sudah menyentuh level tertinggi. Bukan karena Ia pernah digembleng oleh Jenderal Luhut Pandjaitan, namun alam semesta yang telah mengajarinya hidup. Alam yang menempa karakter Jokowi. Jokowi telah selesai dengan dirinya sendiri.

Untuk mengalahkan Jokowi, syaratnya lawannya juga harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sayangnya SBY meski sudah sepuluh tahun pernah berkuasa masih saja bernafsu membangun dinasti Cikeas. Anaknya Agus Harimurti Yudhoyono dipaksa masuk politik demi ambisi SBY.

Setali tiga uang, PS juga belum selesai dengan dirinya. Ia masih bermimpi menjadi macan. Sementara tunggangannya kuda. PS masih penuh nafsu dan ambisi menjadi penguasa untuk membayar hutang rasa malu dipecat dari tentara karena diduga terlibat aksi penculikan mahasiswa pada 1998.

Jangan coba-coba beradu nyali dengan tukang kayu ini. Panglima TNI Gatot  Nurmantyo dan Kepala BIN Budi Gunawan bahkan harus keringat dingin ketar-ketir mewanti-wanti Presiden Jokowi agar mengurungkan niatnya pergi ke Monas menemui 7 juta peserta aksi 212 pimpinan Rizieq Shihab.

Keselamatan Presiden Jokowi sangat berisiko tinggi ditengah kepungan ratusan ribu peserta aksi demo 212. Alih-alih mempertimbangkan pendapat penasihat keamanannya, Jokowi malahan melenggang kangkung menuju panggung tempat Rizieq Shihab pidato. Rizieq kaget bukan kepalang. Panggung itu akhirnya menjadi milik Jokowi. Semua melongo.

Jokowi melakoni hidupnya dengan berjalan pada falsafah Jawa
“Dadio banyu, ojo dadi watu” (Jadilah air, jangan jadi batu). Ia berusaha tawadhu meski telah menjadi orang nomor satu di republik ini.

Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia tidak membalas fitnah dengan fitnah. Baginya  tenaga, waktu, pikiran dan perasaannya hanya untuk bekerja, bekerja dan bekerja.

Dalam bingkai lain, Jokowi bukanlah seperti orang lemah yang sering disangkakan banyak lawan lawannya. Sering lawannya memberi stempel Jokowi itu presiden plonga plongo. Presiden penakut. Presiden boneka.

Kita sudah bisa melihat pribadi Jokowi yang bernyali dan petarung. Rekam jejak keberanian dan ketegasannya berlimpah.

Sebutlah soal mafia migas Petral yang dibubarkan. Bandingkan dengan jaman SBY yang menjadikan Petral bancakan mafia migas dengan bisnis rentenya.

Sebutlah juga soal mafia illegal fishing yang diberantas tanpa kompromi. Saat SBY memberi keleluasaan pemain illegal fising menguras kekayaan ikan laut kita, Jokowi malah memerintahkan pelaku illegal fishing yang tertangkap diledakkan kapalnya.

Kita juga ingat perintah perang pemberantasan narkoba tanpa belas kasihan. Kita juga tahu perintah gebuk Jokowi pada TNI Polri jika mengetahui ada PKI.

Strategi permainan silat soft dan hard   Jokowi ini kita baca ibarat dokter sedang mendiagnosa penyakit pasiennya. Jika masih bisa dibereskan dengan obat, maka Jokowi memberi obat.

Namun jika penyakit itu sudah menggerogoti tubuh induk, maka tak ada jalan lain selain mengamputasinya. Memotongnya lalu membuangnya jauh-jauh agar tidak menginfeksi anggota tubuh lainnya.

Jokowi memainkan strategi bertarung nan ciamik. Ia merangkul siapa yang hendak dirangkul. Sementara Ia membiarkan musuhnya berselancar diatas ombak kencang yang dibuat aktor-aktor politik politik itu.

Tidak heran akibat jurus tendangan tanpa bayangan Pak De Jokowi itu dua jenderal yang dulu berseteru itu akhirnya bisa makan nasi goreng bersama. Persekutuan keduanya hanya demi syahwat bisa mengalahkan Jokowi pada pilpres 2019 mendatang.

Sayangnya kedua jenderal gaek ini lupa, untuk mengalahkan Jokowi tidak bisa dengan ilmu militer atau ilmu politik, namun harus punya  karakter sudah selesai dengan dirinya sendiri. Dan itu tidak ada dimiliki SBY dan PS.

Begitulah kumur-kumur.

Salam Perjuangan

Selasa, 25 Juli 2017

HARI MATEMATIKA NASIONAL

TERNYATA MATEMATIKA ITU RUMIT TAPI AJAIB
"Selamat Hari Matematika Nasional"

Penyebutan : Angka 1 sampai 9 dgn huruf bahasa Indonesia (satu s/d sembilan) mengandung decak kagum.

Jika kita menjumlahkan dua angka yg huruf awalnya sama, maka hasilnya selalu  10.

Angka Berawalan S —►
Satu + Sembilan = 10
Angka yg hurufnya Berawalan D —►
Dua + Delapan = 10
Berawalan T —►
Tiga + Tujuh = 10
Berawalan E —►
Empat + Enam = 10
Bahkan —► Lima + Lima = 10
Kok bisa begitu ya....
πŸ˜ŽπŸ˜œπŸΌπŸΌπŸ˜…πŸ˜ͺ.
 Hari ini adalah Hari Matematika Nasional

Lihatlah yang menakjubkan dalam Matematika berikut ini !

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant sekali ya?
Dan lihat simetrinya yang berikut ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Brilliant kan?
Silahkan share hal yang menakjubkan ini dengan teman..
*Selamat Hari Matematika Nasional* πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Keren....

Entah siapa yg membuat rumus seperti ini, tp ini emang keren banget

*MATEMATIK VERSI BARU...*

Jika:
A = 1
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
G = 7
H = 8
I  = 9
J  = 10
K = 11
L = 12
M = 13
N  = 14
O  = 15
P = 16
Q = 17
R = 18
S =  19
T =  20
U = 21
V = 22
W = 23
X = 24
Y = 25
Z = 26

apakah yg membuat kesuksesan/ keberhasilan hidup menjadi 100%.......???:

*H+A+R+D+W+O+R+K* (Kerja Keras) : 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

*K+N+O+W+L+E+D+G+E* (Pengetahuan) :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

*L+O+V+E* (Cinta) :
12+15+22+5 = 54%

*L+U+C+K* (Nasib) :
12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang jadi 100%.
Apa yang membuatnya jadi 100%..???

Adakah money..?

*M+O+N+E+Y* =
13+15+14+5+25 = 72%    NO..!!!

Leadership..?
*L+E+A+D+E+R+S+H+I+P* =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%  NO...!!!

Ternyata apa yang membuat menjadi 100% adalah :

Coba lihat yang ini...S+E+D+E+K+A+H+J+A+R+I+A+H
19+5+4+5+11+1+8+10+1+18+9+1+8  = 100% πŸ‘

( nilai saham akhirat kita. )

*_KEBETULAN atau TIDAK...?  tapi itulah MATEMATIKA_

Satu fakta angka angka yg menarik untuk kita fikirkan :

Adakah kita sadari...???

          Aceh
          Tsunami
          26-12-2004
       
          Bohemia
          Gempa
          26-11-1902
       
          Jogja
          Gempa
          26-05-2006

          Tasik - Jawa Barat
          Gempa
          26-06-2010

          Gunung Merapi
          Meletus
          26-10-2010

          Jambatan Tenggarong
          Samarinda, Indonesia
          Runtuh
          26-09-2013

          Tahun lalu pada tgl 26 Okt Taufan Haiynan diutus Allah, untuk menunjukkan kekuasaan Nya kepada seluruh rakyat Filipina yg telah merobohkan "Rumah Nya" di Manila untuk digantikan dgn shopping mall...      

          Mengapa semua ini
          Terjadi  pada Tgl. *26*

          Apakah ini suatu kebetulan??

          Bukalah dan bacalah
           Firman

          Allah telah berfirman.

          Bunyinya :

          *"Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".*

          *Biar mereka semua tahu bahwa Mu'jizat Allah itu ada !!!*      

          Jika sudi...

          Sampaikanlah kepada hamba Allah yg lain...

*Ternyata Cuma 1.5 jam⌚ saja Umur Kita hidup di DUNIA 🌎 ini.*

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

Mari kita lihat berdasarkan Firman sebagai sumber kebenaran yang hakiki
πŸ”Ž    *1 hari akhirat = 1000 tahun dunia*
πŸ”Ž *24 jam  akhirat = 1000 tahun dunia*
πŸ”Ž   *3 jam  akhirat =    125 tahun dunia*
πŸ”Ž *1.5 jam  akhirat =  62.5 tahun dunia*

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1.5 jam saja.

Pantaslah  kita selalu diingatkan tentang masalah waktu. ⌛⏰

Allah berfirman : *"Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)"*

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.

*Kuatkan berfikir utk akhirat*.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.

Fokus akhirat
Itulah tempat kita akan hidup seterusnya.
Ringan-ringankanlah tangan untuk membagi berita  ini. Akan mendapat pahala mengingatkan saudara kita.
Lihat apakah anda
mempunyai waktu untuk
*ALLAH*  tidak???

Rabu, 12 Juli 2017

MENGENANG JASA BUNG KARNO


*Mengenang 47 Tahun Wafatnya Pemimpin Besar Revolusi*

Hari ini, tepat 47 tahun yang lalu, rakyat Indonesia kehilangan salah satu The Founding Fathers yang juga merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia.

Lima hari sebelumnya tanggal 16 Juni 1970 ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir.

Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Sukarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.

Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Sukarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.

Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar, menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.

Dua hari kemudian, 18 Juni 1970 Megawati, puteri pertama dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.

“Pak, Pak, ini Ega…” (Senyap)

Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Sukarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Sukarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Sukarno terdiam lagi.

Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.

Keesokan hari, 19 Juni 1970 Wakil Presiden Republik Indonesia pertama Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya I Wangsa Widjaja menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati.

Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.

“Hatta.., kau di sini..?”

Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.

“Ya, bagaimana keadaanmu, No..?”

Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.

Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu..?

Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Sukarno.

Sukarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.

Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.

“No…” hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.

Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persahabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.

Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun Karina, ikut hadir menemani di rumah sakit.

Dokter Mahar Mardjono sadar ini mungkin detik-detik terakhir hidup Putra Sang Fajar itu. Dia kemudian menghubungi anak-anak Soekarno. Meminta mereka segera datang.

Minggu, 21 Juni 1970, pukul 06.30 WIB, tampak Guntur, Megawati, Sukmawati, Guruh dan Rachmawati menunggu dengan tegang kabar ayah mereka.

Pukul 07.00 WIB, Dokter Mahar membuka pintu kamar. Anak-anak Soekarno menyerbu masuk ke ruang perawatan. Mereka memberondong Mahar dengan pertanyaan. Namun Mahar tak menjawab, dia hanya menggelengkan kepala.

Pukul tujuh lewat sedikit, suster mencabut selang makanan dan alat bantu pernapasan. Anak-anak Soekarno mengucapkan takbir.

Megawati membisikkan dua kalimat syahadat ke telinga ayahnya yang saat itu mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat, Sukarno mencoba mengikutinya. Namun kalimat itu tak selesai.

“Allaaaah…” bisik Soekarno pelan seiring nafasnya yang terakhir.

Tangis pecah. Pukul 07.07 WIB, seorang manusia bernama Soekarno kembali pada penciptanya. Berakhirlah tugasnya sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia.

Hartini, istri ke-4 Bung Karno, baru sampai di RSPAD, sekitar pukul 08.30 WIB. Begitu melihat suami yang sangat dicintainya itu telah tak bernapas lagi, Hartini langsung jatuh pingsan.

Setelah beberapa saat siuman, Hartini kembali meluapkan kesedihan dan rasa kehilangannya. Dengan penuh kesedihan, Hartini menciumi jasad suaminya yang sudah tak bernyawa itu.

Selang setengah jam kemudian, Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto) istri ke-5 Bung Karno tiba di RSPAD. Kesedihan dan isak tangis tak terbendung dari dirinya. Dewi yang datang dengan buah cintanya bersama Bung Karno, Karina (Kartika) menangis sedih sembari menciumi jasad Bung Karno yang sudah terbujur kaku dengan wajah bengkak serta rambut di kepala mulai terlihat menipis.

Jenazah lalu dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang masih dihiasi termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Hanya ada Bung Hatta dan Ali Sadikin selaku Gubernur Jakarta saat itu.

Setelah Bung Karno diangkat tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah, barulah putra sulung sang proklamator Guntur Soekarnoputra tiba di Wisma Yaso disusul dengan orang-orang yang mulai berdatangan untuk melihat yang terakhirkalinya jasad Putra Sang Fajar. Di antara sayup-sayup suara seorang ibu yang membacakan surat Yasin dekat jenazah Bung Karno, terdengar Ibu Wardoyo kakak kandung Soekarno terus meratap. “Karno, kowe kok sengsoro men.“

Meski kabar duka wafatnya Bung Karno baru diterima Inggit Ganarsih, istri kedua Bung Karno, hal itu tak menghalanginya untuk langsung bergegas meninggalkan Bandung menuju Jakarta untuk menemui mantan suami yang begitu dicintai hingga akhir hayatnya. Setibanya di Wisma Yaso, Inggit menangis sedih karena pria yang dicintainya itu telah mendahuluinya.

“Ngkus, guing Ngkus mendahului, Ngit mendoakan,” kata Inggit dengan suara terputus-putus, seperti dikutip dari buku ‘Hari-Hari Terakhir Soekarno’ Karya Peter Kasenda, terbitan Komunitas Bambu.

Senada dengan Inggit, mantan istri Bung Karno, Haryatie merasa hancur hatinya saat melihat pria yang dulu memberinya kasih sayang kini diam dingin dengan wajah tertutup kafan. Suasana hati Haryatie seakan ingin memberontak, menjerit dan menangis saat itu.

Namun hal itu tidak dilakukannya. Dalam hati Haryatie berbisik kepada Soekarno. Dia meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dibuatnya.

Sementara itu, Yurike Sanger, istri ke-7 Bung Karno, menangis histeris saat melihat putra sang fajar telah membujur kaku. Saat itu, jenazah Bung Karno sudah disemayamkan di Wisma Yaso.

Dalam buku ‘Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA’ karya Kadjat Adra’i, terbitan Komunitas Bambu, diceritakan, Yurike meratapi kepergian Bung Karno. Dia meratapi wajah Bung Karno yang tersenyum damai di balik kerudung kelambu putih itu.

“Kata orang aku tak sekadar meratap, tetapi histeris. Aku tidak peduli. Berkali-kali kupanggil namanya hingga suaraku tak terdengar lagi,” kata Yurike.

Berbeda dengan istri-istri Sukarno yang lain, Fatmawati istri ke tiga Bung Karno, memilih tak datang melihat jenazah suaminya. Kalimat ‘Innalillahi Wainnaillaihi raji’un’ sontak keluar dari mulutnya saat mendengar kabar wafatnya Bung Karno. Fatmawati menangis di rumahnya yang terletak di Jalan Sriwijaya 26 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rasa cemburu kepada Hartini sepertinya masih membekas di hatinya.

Tidak disangka-sangka, Pemerintah memutuskan jenazah Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso. Ibu Fatmawati sungguh marah dan kecewa dengan campur tangan Pemerintah. “Tidak, tidak ada cerito. Ini rumahnyo.“ Batin Fatma terguncang. Ia amat terpukul dan tercampak ke sudut yang paling sunyi. Air matanya menetes. Ia berharap lelaki itu hanya mencintai dirinya. Semua ini tercermin dari sikapnya yang memohon agar Bung Karno dapat disemayamkan di rumahnya di Jalan Sriwijaya Kebayoran Baru. Namun Pemerintah menolak permintaan itu.

Ketika jutaan rakyat terpaku kelu dengan duka mendalam atas kepergian sang pemimpin besar revolusi, Fatmawati justru termangu sunyi di rumahnya. Ibu Fat yang teguh pendiriannya karena tidak akan datang ke Wisma Yaso – rumah Ratna Sari Dewi – hanya bisa mengirim karangan bunga. Sebuah tulisan tangan Fatma berbunyi “Tjintamu menjiwai rakyat. Tjinta Fat“.

Sempat terjadi perundingan antara Hoegeng, Kepala Polisi RI yang bertindak sebagai wakil keluarga Bung Karno dengan Alamsyah Prawiranegara dan Tjokropranolo yang menjadi asisten pribadi Soeharto.

Tercium aroma politis yang kuat. Pemakaman yang seharusnya menjadi perkara biasa dan diputuskan keluarga, ternyata menjadi perkara politis. Sejak awal Bung Karno menginginkan dimakamkan di Bogor. Namun Soeharto memutuskan untuk memakamkan di Blitar, dengan alasan dekat dengan ibunda Soekarno.

Ini yang kelak menjadi justifikasi Orde Baru dengan mengatakan kota kelahiran Bung Karno di Blitar. Alasan sesungguhnya, Soeharto, jika Bogor menjadi makam seorang Soekarno, maka tempat ziarah itu terlalu dekat dengan Jakarta. Secara politis itu berbahaya.
Ketika pelepasan jenazah dari Wisma Yaso menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, jalan sepanjang kurang lebih 10 km itu dipadati masyarakat. Di antaranya banyak yang melelehkan air mata dan terisak-isak saat melepas jenazah Bung Karno.

Selain itu wafatnya Bung Karno mendapat reaksi dari para pemimpin dunia, sementara surat-surat kabar di luar negeri memberitakannya di halaman muka. Presiden AS Richard Nixon dalam komentarnya menyatakan, “Kepergiannya telah menandai babak baru dalam sejarah Indonesia. Karena Soekarno merupakan bagian erat dari sejarah.”

“Ir Soekarno adalah kecintaan Rakyat Mesir dan guru saya,” kata Presiden Gamal Abdel Nasser.

“Ia adalah seorang pejuang yang berani dalam melawan kolonialisme,” komentar PM Malaysia Tengku Abdurahman, sekalipun ia dan Bung Karno pernah saling bermusuhan saat berkonfrontasi.

Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Kita semua harus sepakat bahwa Soekarno adalah seorang manusia luar biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam kurun waktu satu abad.

Kini telah tiada lagi manusia yang bisa membuat dunia terdiam dengan perkataannya, tidak ada lagi singa yang sangat ganas. Betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami Soekarno. Terima kasih wahai Bung Karno karena telah membuat rakyat indonesia dapat terbebas dari penjajahan yang amat pedih. Jasamu tak akan pernah dilupakan. Dan terima kasih Allah karena Engkau telah menciptakan manusia terhebat di negara kami.  Selamat jalan wahai Singa Mimbar.

Sebagai wujud hormat saya kepada Sang Proklamator, sebelum mem-posting tulisan ini saya pejamkan mata mengirim Al-Fatihah sebagai wujud hormat dan cinta saya kepada Pemimpin Besar Revolusi ...

Penulis

SURAT NANDE MAN ANAK_ _ _ _

Copas:


Nakku,
arah surat enda ate ku nuriken kerna cibal geluhku sipepagi nakku.
Ateku min nakku, km min pagi inganku metua.
Atekumin, aku tading itengah-tengah jabundu

Nakku,
kentisik nari aku go metua
Gegehku pe lana bo lit
Pembegiku pe go bagi sikurang
Pengangkai ku pe lanai bagi sigel-gel

Nakku,
kune pagi aku i lebuhndu
Nande,... nindu, nakku
La ku begi...
O Nande,.. nindu, nakku
La ku begi...
O Nande,...!! nindu, nakku
Epe la ku begi
Ola min kataken ndu
Ugakelnge pasekndu e nande..???!!!
Ola min bandu gelarku sipasek..

Nakku,
Kune pagi metumbursa akapndu aku itengah-tengah jabunndu
Tah mambur gia kuban pagi lau perburhen,
Tah ndabuh pagi kuban gelas tengah jabundu
Perbahan tan ku pe enngo enggir-gir
Ola min mis pagi katakenndu
Jange banndu matandu e nande???!!!
Ola min mis pagi aku jungutindu

Nakku,
Kune pagi ndabuh sontilku tengah jabundu
Ola min mis pagi katakennu
Pasek nari nge kam pe nande
Mela pe ku akap man jelma si enterem.
Tp ingetndu lah,
Ingetndu kitik belinna kekelengenku man bandu
Ingetndu kekelengenku mulai km kitik nari seh asa genduari
Ingetndu uga aku ngadep-ngadep kam nakku
Ija sanga kam kitik denga, Ija dagingndu melket aku simbersihisa
Ija daginngndu kote tangkelenku nge silanai jore
Kai si pindondu, asa ngasupku ku usahaken nakku
Kugengken ngutang raspe dagingku merance guna nehi pemindonndu nakku.

Nakku,
Kune pagi aku lanai lit i doni enda
Kune pagi aku enngo idilo Dibata
Ije pagi nakku
Kukataken pagi man Dibata
Kukusikken pagi man Malaikat
Bapa berekenndu min kemalemen ate man bana Bapa.
BerekenNdu min kejuah-juahen itengah-tengah jabuna Bapa
Gelah ola lit sinanggel ibas pusuhna Tuhan, keleng kel ate ku bana Bapa lebih arah daging ku jine...